Jombang, Garuda10.com – Masih adanya siswa SMP yang belum bisa membaca menarik perhatian kalangan dewan.
Wakil rakyat minta agar sekolah menyediakan layanan khusus bagi mereka.
’’Sekolah tidak boleh menolak siswa yang lambat belajar. Sebab semua anak punya hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Justru sekolah harus memfasilitasi mereka agar bisa belajar,’’ kata Wakil Ketua DPRD Jombang, HM Syarif HM Syarif Hidayatullah, kemarin.
Apalagi, sekarang pemerintah sedang menggalakkan adanya kelas inklusi. ’’Sangat bagus jika semua sekolah memiliki kelas inklusi,’’ terangnya.Inklusi merupakan layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Penyelenggaraan sekolah ini bertujuan supaya semua anak dapat mengakses pendidikan seluas-luasnya tanpa diskriminasi.
Siswa SMP yang dinyatakan lambat belajar hingga jauh tertinggal oleh teman-temannya ditemukan hampir di semua sekolah.
Termasuk di SMPN 2 Gudo, setiap tahun selalu ada satu siswa yang mengalami lambat belajar.
’’Padahal kami bukan sekolah inklusi ya,’’ kata Kepala SMPN 2 Gudo, Nuril Hidayati.Sayangnya, siswa dengan kategori lambat belajar diketahui setelah resmi diterima sebagai siswa SMPN 2 Gudo melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur Zonasi.
Sehingga pihaknya tidak ada pilihan lain selain memberikan bimbingan khusus kepada siswa-siswi seperti ini.
’’Beragam sekali masalah hambatan yang dialami, yang paling sering ya lambat belajar. Daftar pakai zonasi, bukan inklusi, karena kalau inklusi harus ada surat rekom khusus, kalaupun ada pasti kami arahkan ke sekolah lain, karena kami bukan sekolah inklusi,’’
Tahun ini misalnya, tes psikologi dilakukan secara masal di sekolahnya khusus untuk kelas 7.
Hasilnya mengejutkan, rata-rata IQ siswa dibawah 100. Mayoritas otak kanan yang bekerja. Sementara siswa dengan kemampuan otak kiri hanya sebagian kecil saja.
’’Anak-anak kalau ada keterampilan gitu seneng, kalau akademik memang kami masih kalah,’’ jelasnya.
Kepada anak-anak lambat belajar, ia memberikan perlakuan khusus, seperti mengajar dengan menyampaikan secara lisan, kadang juga diajarkan membaca dengan cara mengeja.
’’Ada beberapa guru kami yang telah mengikuti pelatihan guru inklusi, jadi tinggal harus telaten mengajarkan saja,’’ ungkapnya. (Red)





