Ribuan Jiwa Warga Jombang Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Berikut Rinciannya

Evaluasi: Sekdakab Jombang Agus Purnomo saat memberikan pemaparan terkait kemiskinan ekstrem.

Jombang, Garuda10.com – Pemkab Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang komitmen mewujudkan Kabupaten Jombang zero kemiskinan esktrem.

Salah satunya, menggelar rapat koordinasi integrasi sinkronisasi dan sinergitas tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) dalam rangka mewujudkan Kabupaten Jombang zero kemiskinan ekstrem, di Sendang Rejosari, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Rabu (6/11).

Bacaan Lainnya

Kegiatan dipimpin Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang diwakili Sekdakab Jombang Agus Purnomo.

Turut hadir mendampingi Asisten 1 Pemkab Jombang Purwanto, Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan camat se-Kabupaten Jombang.

Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan, selama ini upaya pengentasan kemiskinan telah dilakukan melalui berbagai program pembangunan.

Baik skala nasional, regional, maupun daerah.

’’Namun ketepatan program dan sasaran masih perlu untuk lebih dioptimalkan. Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang dirilis bulan Agustus 2024, persentase penduduk miskin Kabupaten Jombang pada 2024 berada pada angka 8,60 persen. Kondisi ini mengalami penurunan sebesar 0,55 persen bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2023 (9,15 persen),’’ terangnya.

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur sebesar 9,79 persen dan nasional yang sebesar 9,03 persen.

Artinya angka kemiskinan Kabupaten Jombang dibawah angka provinsi dan nasional.

Pria asli Lamongan ini mengatakan, pada (14/3) lalu Pemkab Jombang menerima Berita Acara Nomor 96/BAST/DEP.1/KEMENKO/PMK/03/2024 diterima Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) 2024 sejumlah 654.220 individu.

’’Menindaklanjuti itu, TKPK Kabupaten Jombang melakukan padu padan data P3KE 2024 tersebut dengan data penduduk miskin ekstrem Kabupaten Jombang yang ditetapkan dengan SK Bupati Jombang sejumlah 7.408 jiwa,’’ paparnya.

Dari jumlah itu, Pemkab Jombang kemudian melakukan inventarisir dan ditemukan keseluruhan penduduk miskin ekstrem sebanyak 7.408 jiwa telah mendapatkan penanggulangan kemiskinan intervensi program.

’’Sebanyak 5.567 jiwa telah keluar dari kemiskinan ekstrem berdasarkan data P3KE 2024 atau sudah keluar dari desil 1. Sebabnyak 1.841 jiwa masih berada di kemiskinan berdasarkan data P3KE 2024 atau masih berada desil 1. Sebanyak 1.752 jiwa sudah terintervensi program PPKE yang dilaksanakan OPD secara optimal. 89 jiwa yang terdiri dari 78 jiwa masih ada dan 11 jiwa meninggal, sudah terintervensi program PPKE yang dilaksanakan OPD namun belum optimal,’’ urainya. ( Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *