Madiun, Garuda10.com – Pemerintah Kota Madiun akhirnya menanggapi keluhan terkait tingginya biaya wisuda dan study tour sekolah. Wali Kota Maidi menyatakan bahwa perpisahan tetap bisa diadakan, asalkan dilaksanakan dengan sederhana tanpa membebani orang tua siswa.
“Silakan adakan wisuda, tapi tanpa biaya. Manfaatkan saja gedung-gedung pemerintah untuk pelaksanaannya,” ujar Maidi dalam keterangan persnya, kemarin (26/3).
Maidi berharap, dengan memanfaatkan fasilitas umum milik pemerintah, kegiatan perpisahan dapat terlaksana tanpa membebani orang tua murid. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Lismawati, menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan semua kepala sekolah dari TK, SD, dan SMP negeri untuk membahas pelaksanaan wisuda.
Dari hasil rapat tersebut disepakati bahwa wisuda dapat dilaksanakan di sekolah atau menggunakan fasilitas publik, seperti lapak UMKM yang dibina oleh pemerintah kota. “Kami akan mengirimkan surat kepada masing-masing sekolah. Intinya, tidak ada pungutan dari wali murid. Ini juga sebagai pembelajaran bagi siswa untuk bersikap sederhana,” jelasnya.
Namun, jika ada orang tua yang ingin memberikan kontribusi secara sukarela, hal tersebut diperbolehkan. Pengelolaan dana akan dilakukan oleh pihak sekolah, bukan oleh komite atau orang tua, dan kontribusi tersebut tidak bersifat wajib.
Untuk kegiatan study tour, pihaknya juga mendorong agar dilaksanakan dengan sederhana namun tetap edukatif. Mengingat cuaca yang tidak menentu, destinasi wisata dalam kota dianggap lebih aman dan efisien. Contohnya, mengunjungi ikon wisata Kota Madiun seperti Tujuh Negara, lapak UMKM, serta sekolah-sekolah yang telah menerapkan program KSRG. “Misalnya, kunjungan ke 14 sekolah KSRG, sehingga anak-anak bisa melihat proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, dan bagaimana pembentukan karakter dilakukan,” pungkasnya. (Red/ss)





