JOMBANG, Garuda10.com – Insiden ambruknya kanopi Pasar Ploso menjadi pintu masuk bagi DPRD Kabupaten Jombang untuk mengusut dugaan permasalahan dalam proyek revitalisasi pasar tersebut.
Proyek yang menelan anggaran Rp3,9 miliar itu dinilai janggal karena kerusakan terjadi hanya dalam waktu singkat setelah peresmian.
Komisi C DPRD pun memanggil seluruh pihak terkait dalam RDP untuk meminta klarifikasi pada Kamis, (2/4/2026).
Anggota Komisi C DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi, menilai buruknya kualitas proyek tidak terlepas dari adanya peran ganda antara konsultan perencana dan pengawas.
“Ini betul-betul pekerjaan yang sangat jelek. Konsultan pengawas dan perencanaan ini jadi satu, meskipun beda CV,” tegasnya.
Temuan ini memunculkan dugaan konflik kepentingan yang berpotensi memengaruhi kualitas pembangunan. DPRD menilai kondisi tersebut harus ditindaklanjuti secara serius.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD mendorong audit independen untuk menguji kesesuaian antara perencanaan dan hasil pekerjaan di lapangan. (pur)





