Solidaritas Insan Pers Menguat, Doa untuk Delapan Orang yang Hilang di Selat Sunda Terus Dipanjatkan

MOJOKERTO, Garuda10.com— Solidaritas insan pers terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus menguat.

Doa bersama digelar di Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto, Senin (14/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan ikhtiar batin agar delapan orang yang hingga kini belum ditemukan segera mendapat titik terang dalam proses pencarian.

Bacaan Lainnya

Doa bersama dipimpin Ketua Media Center Kabupaten Mojokerto sekaligus koordinator kegiatan, Moh. Safiuddin. Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR) turut hadir dan mengikuti doa dengan penuh khidmat.

Para peserta mendoakan agar proses pencarian yang dilakukan pihak terkait berjalan maksimal. Harapan utama mereka, kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Delapan Orang Berada di Kapal Arupadhatu 1

Berdasarkan informasi yang beredar, delapan orang tersebut berada di atas kapal cepat Arupadhatu 1 yang berangkat pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal tersebut membawa rombongan untuk menjalankan aktivitas peliputan di kawasan Perairan Selat Sunda, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Tiga dari delapan orang yang berada di kapal merupakan kru, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Sementara lima lainnya merupakan jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara Biro Banten; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.

Setelah kapal dilaporkan hilang kontak, upaya pencarian terhadap seluruh penumpang terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Hingga kini, keberadaan kedelapan orang tersebut masih menjadi perhatian sekaligus harapan banyak pihak.

Solidaritas dari Mojokerto

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, doa bersama di Alun-Alun Wiraraja menjadi simbol solidaritas sesama insan pers. Anggota PWMR bersama masyarakat menyatukan harapan agar seluruh tahapan pencarian dapat berjalan optimal dan segera membuahkan hasil.

Moh. Safiuddin memimpin langsung doa dengan penuh kekhusyukan. Para peserta berharap keselamatan senantiasa menyertai lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Di antara riuh Selat Sunda dan kepulan Gunung Anak Krakatau, delapan insan masih dalam penantian.”

Doa terus dipanjatkan, harapan tidak pernah padam.

Semoga proses pencarian segera menemukan titik terang dan kedelapan orang tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat serta kembali ke pelukan keluarga.

Mari satukan doa. Titipkan harapan. Semoga mereka kembali.

(Khamim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *