Evaluasi 100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Gelar Konferensi Pers 

Bupati Mojokerto, menggelar konferensi pers di Gedung Guest House UAC, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Kamis 13 maret 2025.

Mojokerto, Garuda10.comEvaluasi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, menggelar konferensi pers di Gedung Guest House UAC, Desa Bendungan jati, Kecamatan Pacet, Mojokerto,  Kamis 13 maret 2025. Acara ini juga membahas dinamika organisasi kepala desa di Kabupaten Mojokerto.

Dalam pernyataannya, Kiai Asep menegaskan bahwa visi Barra-Rizal adalah mewujudkan Mojokerto yang maju, adil, dan makmur demi kesejahteraan masyarakat serta tegaknya keadilan. “Ini adalah tanggung jawab kita semua dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ia menegaskan bahwa korupsi, jual beli jabatan, dan fee proyek harus diberantas dari seluruh lapisan pemerintahan Kabupaten Mojokerto. “Saya yang membiayai Pilkada, tetapi tidak ada niatan untuk mengambil kembali uang tersebut. Saya hanya ingin Mojokerto lebih maju, adil, dan makmur serta menjadi mercusuar Indonesia,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerintahan yang bersih, Kiai Asep memastikan tidak akan mendirikan perusahaan untuk memperoleh proyek dari pemerintah daerah. Ia juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk praktik jual beli jabatan. “Dalam waktu dekat, saya akan mensosialisasikan bahwa fee proyek tidak boleh ada dan semua proyek harus transparan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kiai Asep meminta agar panitia lelang atau Pokja tetap bersih dari intervensi serta bekerja secara profesional demi kepentingan masyarakat. Ia juga menyerukan agar para kepala desa di Mojokerto bersatu dan mendukung program pemerintah daerah, serta tidak terpengaruh provokator yang berusaha memecah belah.

“Saya ingin mereka menemui saya, dan PKD akan mengakomodir mereka. Jika masih ada provokasi, saya akan melaporkan hal ini kepada pihak keamanan,” tegasnya.

Sementara itu, Drs. Hariyono, M.Si, turut menjelaskan beberapa program unggulan 100 hari kerja Barra-Rizal,

Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto ke wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pelayanan kesehatan gratis bagi warga dengan BPJS nonaktif hanya dengan menunjukkan KTP.

Kenaikan insentif guru TPQ dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1,2 juta.

Program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.

Efisiensi anggaran dengan menggandeng investor asal Singapura yang berencana menanamkan modal sebesar 60 juta USD di Kabupaten Mojokerto.

“Gus Barra telah meminta agar tenaga kerja yang digunakan berasal dari Kabupaten Mojokerto, dan investor Singapura setuju. Dengan demikian, akan ada lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Mojokerto,” jelasnya.

Dengan berbagai program yang telah dijalankan dalam 100 hari kerja, pemerintahan Barra-Rizal terus berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur. (SrH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *