JOMBANG, Garuda10.com — Pendopo Kabupaten Jombang menjadi tempat peristiwa penting pada Senin, 24 Agustus 2026, ketika terjadi penyerahan bantuan becak listrik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara ini diadakan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan di Jombang.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan, dihadiri secara langsung oleh Bupati Jombang H. Warsubi, S. H. , M. Si. , Wakil Bupati Jombang, perangkat Forkopimda Kabupaten Jombang, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU KH. Abdurrozaq Sholeh, wakil dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, serta pengurus Yayasan Solidaritas. Selain itu, ratusan masyarakat dan calon pengemudi becak listrik juga hadir dengan antusias menyambut kedatangan alat transportasi yang ramah lingkungan ini.
Jalannya Acara: Tertib dan Bermakna
Acara berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan:
– 13. 00–13. 15 — Pembukaan acara oleh panitia
– 13. 15–13. 30 — Seluruh peserta berdiri dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, menciptakan semangat kebangsaan
– 13. 30–14. 00 — Perwakilan Yayasan GSN memberikan sambutan yang menekankan bahwa bantuan ini adalah manifestasi perhatian Presiden terhadap kemajuan wilayah dan pelestarian lingkungan
– 14. 00–14. 30 — Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH. Abdurrozaq Sholeh, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan berbagai pihak demi keberhasilan acara besar ini
– 14. 30–15. 00 — Momen penting: Sambutan dan penyerahan simbolis becak listrik oleh Bupati Jombang, menandakan resmi diterimanya bantuan tersebut untuk dimanfaatkan
– 15. 00–15. 15 — Penutupan acara secara resmi
– 15. 15–selesai — Pertemuan akrab dan pengarahan teknis penggunaan serta perawatan becak listrik bagi para pengemudi agar dapat berfungsi dengan baik selama Muktamar berlangsung.
Makna dan Tujuan: Lebih dari Sekadar Alat Angkutan
Dalam sambutannya, Bupati H. Warsubi menyampaikan bahwa pemberian becak listrik ini memiliki makna strategis yang mendalam:
“Bantuan ini bukan hanya alat transportasi. Ini adalah bukti perhatian negara terhadap rakyat, sekaligus langkah nyata untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan ekonomi masyarakat. Becak listrik ini akan menjadi representasi ramah lingkungan Jombang saat ribuan tamu dari seluruh Indonesia datang dalam Muktamar NU. Semoga sarana ini membawa berkah, memperlancar mobilitas, dan menciptakan peluang rezeki baru bagi masyarakat kita. “
Sementara itu, KH. Abdurrozaq Sholeh menekankan bahwa dukungan ini sangat berperan dalam mempersiapkan panitia untuk menyediakan layanan transportasi yang efisien dan terjangkau bagi semua peserta Muktamar. Hal ini sesuai dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang merupakan ciri khas organisasi NU.
Perwakilan Yayasan GSN mengungkapkan bahwa becak listrik dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan, biaya operasional yang terjangkau, serta kemudahan pengoperasiannya di jalan-jalan Jombang. Pemanfaatan becak ini tidak hanya ditujukan untuk Muktamar, tetapi diharapkan bisa berlanjut sebagai sarana transportasi publik untuk masyarakat sehari-hari setelah acara.
Harapan ke Depan: Sinergi untuk Jombang yang Lebih Baik
Acara ditutup dengan suasana penuh harapan. Kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas sosial, dan media yang terbentuk hari ini menjadi landasan kuat untuk kesuksesan Muktamar ke-35 NU. Becak listrik bukanlah sekadar kendaraan — ia melambangkan kemajuan, kepedulian, dan persatuan yang semakin maju bersama.
Semoga bantuan ini menghasilkan hasil yang positif: Muktamar berlangsung dengan baik, kesejahteraan masyarakat Jombang meningkat, dan reputasi Jombang kian bersinar di seluruh Indonesia. (Red)





