Pemdes Rejoagung Dinilai Lamban Tangani Polemik Bau Kandang Kambing

Warga RW 10 Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menyayangkan dan sangat kecewa terhadap pemerintahan Desa Rejoagung yang sangat lamban menangani aduan warga.

JOMBANG, Garuda10.comWarga RW 10 Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menyayangkan dan sangat kecewa terhadap pemerintahan Desa Rejoagung yang sangat lamban menangani aduan warga. Setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan warga sekitar pada Rabu (8/1/2025) lalu, di Kantor Desa Rejoagung belum menemukan titik terang, padahal sudah ada kesepakatan dengan pemilik kandang untuk pindah.

Gerakan warga RW 10 yang dinamai “PASUKAN BERANI VIRAL” diketuai Trios yang juga ketua karang taruna Desa Rejoagung, menyampaikan keluhannya terkait lambannya penanganan pemerintahan desa.

Bacaan Lainnya

“Sudah lama kami mengadu bahkan bersurat baik ke pemdes, kecamatan maupun satpol PP. Sampai akhirnya kami demo ke balai desa. Padahal sudah jelas dari hasil mediasi tersebut dan tertuang pernyataan tertulis dengan disetujui bersama bahwa pihak peternakan kambing akan memenuhi tuntutan warga dalam waktu 1 minggu akan pindah tapi hingga saat ini belum dilakukan,” jelas Trios.

Trios bersama warga RW 10 juga mengacam akan melakukan unjuk rasa untuk menutup peternakan pada hari Jumat jika tidak ada kejelasan.

“Jadi jangan salahkan warga RW 10 kalau belum pindah juga, Jumat akan kita datangi beramai-ramai untuk menutup peternakan secara paksa,” tegasnya.

Sementara Aris, Sekretaris Desa Rejoagung saat di konfirmasi awak media melalui chat WhatsApp tentang Polemik warga masyarakat RW- 10 dengan peternakan kambing tidak banyak menjelaskan.

“InsyaAlloh hari kamis kita koordinasikan terkait tindak lanjutnya njih, tadi saya juga sudah menerima laporan dari warga RW.10 terkait keluhan yang masih belum di tindak lanjuti.” Katanya.

Aris juga menjelaskan bahwa hasil mediasi di balai desa antara warga dan pengelolaan peternakan sudah disampaikan ke pihak dinas terkait.

 “Saya pribadi juga menyesalkan sikap dari dinas terkait, Padahal surat kesepakatan bersama sudah kita sampaikan bahkan sampai 2 Minggu lebih belum ada tindak lanjutnya,” Pungkasnya.

Sedangkan Kustanto pengelola peternakan saat dihubungi melalui WhatsApp (WA) sampai berita ini ditulis tidak menjawab. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *