Jakarta, Garuda10.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang delapan menteri untuk membahas lebih dalam mengenai program hilirisasi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat 4 Maret 2025. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk membahas hasil rapat sebelumnya yang diadakan oleh Satgas Hilirisasi Ketahanan Energi dengan Presiden Prabowo pada hari Senin, 3 Maret 2025. Satgas ini dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
“Pak Bahlil sudah memberikan perkembangan terbaru. Kemarin, ada rapat satgas di Kementerian ESDM di siang hari, diikuti dengan rapat mengenai hilirisasi bersama Pak Presiden pada malam harinya. Hari ini, kami akan mempertajam hasil tersebut,” ujar Raja Juli pada hari Selasa.
Usai rapat terbatas tersebut, Raja Juli juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih serta pejabat tinggi di Istana Kepresidenan pada sore harinya. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, agenda taklimat dijadwalkan mulai sekitar pukul 16. 30 WIB. “Sore ini, di Istana Kepresidenan Jakarta, Bapak Presiden Prabowo akan memimpin rapat dan memberikan taklimat kepada para menteri, kepala badan, wakil menteri, pimpinan LPNK, serta para pejabat lainnya,” jelas Yusuf dalam keterangan resmi pada hari Selasa.
Sebelumnya, Menteri Bahlil Lahadalia juga mengungkapkan bahwa ada 21 proyek hilirisasi yang akan dipercepat pelaksanaannya. Proyek-proyek tersebut akan dibiayai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang telah disepakati dalam pertemuan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin malam, 3 Maret 2025.
“Kami telah memutuskan untuk memulai tahap pertama hilirisasi dengan target investasi sekitar USD618 miliar untuk tahun 2025, yang terdiri dari sekitar 21 proyek dengan total investasi sekitar USD40 miliar,” ungkap Bahlil dalam keterangan pers usai pertemuan.
Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan bahwa salah satu proyek utama adalah pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Nipah. Proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 30 hari, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun kilang minyak dengan kapasitas 500 ribu barel per hari, yang akan menjadi salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. (Red)





