Empat Siswi Inisiator Muda Moderasi Dapat Apresiasi Kemenag Jombang

Empat siswi madrasah asal Kabupaten Jombang baru saja menerima apresiasi bergengsi sebagai Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Jombang, Garuda10.com – Empat siswi madrasah asal Kabupaten Jombang baru saja menerima apresiasi bergengsi sebagai Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Acara penghargaan ini berlangsung di Hotel Ibis Styles Jatibening, Bekasi.Keempat siswi yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Alista Nazwa Putri dari MAS Unggulan K.H. Abd. Wahab Hasbulloh, Keysa Fatihah dari MAS Al-Hikam, Fatihah Nur L. dari MAN 4 Jombang, dan Rahma Rafida dari MAN 3 Jombang.

Bacaan Lainnya

Mereka berhasil terpilih setelah melalui serangkaian seleksi ketat, penilaian, dan presentasi, yang diikuti oleh 40 peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Keempatnya kini akan menjadi duta moderasi beragama, yang memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan moderasi di kalangan generasi muda.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Abu Rochmad, dalam pembukaan acara, mengungkapkan bahwa keberadaan duta moderasi sangat penting di tengah tantangan keberagaman yang semakin kompleks. Menurutnya, moderasi beragama menjadi kunci dalam mencegah radikalisasi dan intoleransi yang dapat mengganggu keharmonisan antar umat beragama.

“Kita memiliki tantangan besar dalam menstimulasi cara pandang, sikap, dan perilaku siswa madrasah dalam beragama. Tantangan ini semakin berat dengan adanya kelompok yang memiliki pandangan intoleran, yang bisa mempengaruhi siswa madrasah. Di sinilah peran duta moderasi beragama diperlukan,” ujar Abu Rochmad.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Inisiator Muda Moderasi Beragama diharapkan dapat memperkuat peran siswa madrasah dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi di lingkungan madrasah dan masyarakat luas.

“Program ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan praktik beragama yang sesuai dengan esensinya, yaitu menjaga harkat, martabat, dan peradaban manusia, serta menciptakan lingkungan yang harmonis di antara sivitas akademika,” tambahnya.

Direktur KSKK Madrasah, Sidik Sisdiyanto, dalam laporannya menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah strategis Kemenag untuk mengantisipasi pengaruh negatif dari arus informasi intoleran dan ekstremisme yang berkembang pesat di era digital.

“Kegiatan ini merupakan upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak Kebhinekaan Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian keempat siswi tersebut. Ia berharap para duta moderasi beragama dari Jombang ini dapat menjadi penggerak utama dalam mengkampanyekan moderasi beragama, terutama di kalangan remaja.

“Dengan pemahaman yang benar tentang moderasi beragama, khususnya di kalangan generasi muda, saya yakin Bhineka Tunggal Ika akan tetap terjaga dan NKRI akan tetap jaya,”tegas Muhajir.

Sebagai duta moderasi beragama, keempat siswi tersebut diharapkan dapat menginspirasi teman sebaya dan masyarakat luas, terutama melalui media sosial, untuk lebih menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menanggulangi radikalisasi.

Apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah di Jombang berperan aktif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan menyiapkan generasi muda yang berkarakter moderat dan toleran. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *