Mediasi YLBH Garda SAKERA Selesaikan Dugaan Intimidasi Jurnalis

MOJOKERTO, Garuda10.com – Persoalan dugaan intimidasi terhadap jurnalis saat peliputan kegiatan NasDem Bersholawat di Kabupaten Mojokerto akhirnya menemui titik terang. Melalui mediasi yang difasilitasi Ketua YLBH Garda SAKERA, M. Adi Nova, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto sekaligus Wakil Ketua Partai NasDem, H. Khoirul Amin, S.Sos., menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada awak media, Rabu (4/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Cafe Bermuda, Jalan R.A. Basuni No. 20, Kedungpring, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tersebut menjadi ruang klarifikasi sekaligus upaya menyelesaikan kesalahpahaman antara pejabat publik dan insan pers.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana santai dan terbuka, kedua belah pihak duduk bersama untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Dialog berlangsung dengan mengedepankan komunikasi, sikap saling menghargai, serta keinginan menyelesaikan persoalan secara damai.

Di hadapan awak media, Khoirul Amin menyampaikan permohonan maaf apabila perkataan maupun sikapnya sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan.

“Saya mohon maaf ketika ada yang kurang berkenan,” ungkap Khoirul Amin.

Ia menjelaskan, situasi saat kegiatan NasDem Bersholawat berlangsung cukup padat karena banyaknya kiai, tamu undangan, serta awak media yang hadir untuk melakukan peliputan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi situasi di lokasi kegiatan.

Terkait ucapan spontan dalam bahasa Jawa, yakni “pancet ae”, Khoirul Amin menegaskan bahwa perkataan tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan ataupun menyakiti pihak tertentu.

“Manusia itu kadang tidak sadar. Jadi saya mohon dimaafkan,” ujarnya.

Khoirul Amin juga menegaskan bahwa hubungan antara pejabat publik dan insan pers merupakan hubungan kemitraan. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Sementara itu, Ketua YLBH Garda SAKERA, M. Adi Nova, berperan sebagai mediator yang mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Menurutnya, dialog dan mediasi menjadi langkah penting dalam mempertemukan perbedaan pandangan sekaligus memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan klarifikasi.

Melalui komunikasi terbuka, persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian kalangan jurnalis tersebut diharapkan dapat diselesaikan tanpa memperpanjang kesalahpahaman.

Mediasi Berujung Damai, Kemitraan Pers Jadi Sorotan

Penyampaian permohonan maaf secara terbuka dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan antara Khoirul Amin dan awak media.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan antara pejabat publik dan jurnalis berdasarkan prinsip saling menghormati, keterbukaan, serta penghargaan terhadap profesi jurnalistik.

Pers memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan informasi, menjalankan kontrol sosial, dan mengawal kepentingan masyarakat. Karena itu, pejabat publik diharapkan senantiasa memberikan ruang komunikasi yang terbuka serta menghormati tugas jurnalistik.

Dengan adanya mediasi yang dijembatani M. Adi Nova, hubungan kemitraan antara DPRD Kabupaten Mojokerto dan insan pers diharapkan kembali terjalin dengan baik.

(Khamim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *