Warga Tengger Diajak Polisi Jaga Bromo, Karhutla hingga Narkoba dan Judi Online Jadi Sorotan

PROBOLINGGO, Garuda10.com – Polres Probolinggo, Jawa Timur, menggandeng masyarakat adat Tengger untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan penyangga Gunung Bromo.

Sinergi tersebut dibangun melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (4/9/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo dan menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tak hanya soal keamanan, sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat juga dibahas. Di antaranya penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), minuman beralkohol, hingga keamanan wisatawan di kawasan Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kasat Intelkam AKP Hartanto mengatakan, kepolisian ingin memperkuat komunikasi dengan masyarakat adat Tengger sebagai bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Melalui silaturahmi dan dialog ini, kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Hartanto.

Karhutla Jadi Perhatian di Kawasan Penyangga Bromo

Kecamatan Sukapura menjadi salah satu kawasan penyangga Gunung Bromo. Karena itu, potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius, terutama di tengah aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.

Kapolsek Sukapura Iptu D.J. Setyo mengatakan, langkah pencegahan terus dilakukan dengan mengedepankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat maupun wisatawan.

“Khusus terkait karhutla di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, kami mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api,” katanya.

Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

Narkoba dan Judol Tak Luput dari Perhatian

Selain ancaman karhutla, polisi juga menyoroti potensi penyalahgunaan narkoba dan judi online yang dapat menyasar masyarakat hingga tingkat desa.

Kasat Resnarkoba Iptu Darmawan menegaskan, pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga dan lingkungan desa dinilai memiliki peran penting sebagai benteng pertama.

“Pencegahan narkoba butuh peran bersama. Kami dari kepolisian siap berkolaborasi dalam edukasi, bahkan siap memfasilitasi pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini di tingkat desa,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP I Made Kembar Mertadana mengapresiasi masyarakat Sukapura yang dinilai selama ini mampu menjaga wilayahnya tetap kondusif.

Untuk persoalan penyakit masyarakat, termasuk judi online dan minuman keras, Satreskrim tetap mengedepankan pembinaan dan edukasi hukum, selain langkah penegakan hukum sesuai ketentuan.

Bromo Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengingatkan bahwa Gunung Bromo memiliki nilai yang jauh lebih besar bagi masyarakat Tengger. Selain menjadi tujuan wisata, kawasan tersebut juga memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi bagian dari ruang hidup dan sumber ekonomi warga lokal.

Karena itu, keamanan dan kelestarian Bromo membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat adat, aparat keamanan, dan wisatawan.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Tengger. Mari kita sama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas AKP Vita. (Khamim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *